Jalan Doktor Wahidin Sudirohusodo No.247, Kebomas, Dahanrejo, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61124

081233344500

Pemkab Gresik Tuntaskan Program Infrastruktur Jalan 2025, Lima Paket Jadi Evaluasi

Gresik (duptr.gresikkab.go.id) — Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Bidang Bina Marga terus berupaya meningkatkan pelayanan infrastruktur jalan dan jembatan. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 27 paket pekerjaan lelang jalan dan jembatan dilaksanakan di berbagai wilayah.

Paket pekerjaan tersebut terdiri atas 10 paket pembangunan jalan, 11 paket pelebaran jalan, dua paket rekonstruksi jalan, tiga paket pembangunan jembatan, serta satu paket rehabilitasi dermaga apung. Selain itu, Bina Marga juga melaksanakan empat pekerjaan pemeliharaan rutin jalan melalui pengadaan e-katalog, pekerjaan konsolidasi, serta pemeliharaan rutin oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC).

Berdasarkan data internal Bina Marga, total volume pekerjaan infrastruktur jalan sepanjang 2025 mencapai 22,257 kilometer. Rinciannya meliputi jalan rigid beton sepanjang 12,49 kilometer, jalan aspal 8,46 kilometer, dan paving sepanjang 1,29 kilometer.

Kepala DPUTR Kabupaten Gresik, Dhiannita Triastuti, mengatakan, penentuan lokasi pekerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan jalan serta urgensinya terhadap mobilitas dan pergerakan ekonomi masyarakat.

“Selain tingkat kerusakan dan manfaat ekonomi, kami juga memprioritaskan ruas yang membuka akses transportasi bagi masyarakat. Salah satunya ruas Bulurejo–Randegan. Kondisi eksistingnya rusak berat dan ruas ini strategis karena menghubungkan Kecamatan Benjeng dengan Kabupaten Mojokerto,” ujar Dhiannita.

Ia menambahkan, pengecoran pada ruas tersebut belum sepenuhnya tuntas dan dilanjutkan melalui pekerjaan e-katalog dengan metode cement treated base (CTB).

“Minimal jalan tidak jeblok dan sudah bisa dilintasi kendaraan roda empat,” katanya.

Untuk penanganan kerusakan jalan ringan, DPUTR Gresik menerjunkan Tim URC Bina Marga. Sepanjang 2025, tercatat 1.587 titik aduan masyarakat terkait kerusakan jalan.

“Tim URC bertugas melakukan penambalan cepat pada lubang-lubang jalan. Tim ini juga berada di wilayah Bawean. Seluruh upaya telah kami lakukan untuk mendukung program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati. Namun, masih ada beberapa paket pekerjaan yang hingga 31 Desember belum rampung dan itu menjadi catatan evaluasi kami,” kata Dhiannita.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik, Eddy Pancoro, menjelaskan terdapat lima paket pekerjaan lelang yang belum tuntas hingga akhir 2025. Terhadap paket tersebut, Bina Marga memberikan perpanjangan waktu selama 50 hari kalender disertai denda berjalan sebesar 1/1.000 dari nilai kontrak per hari.

Hingga berita ini ditulis pada 2 Februari 2026, progres penyelesaian lima paket pekerjaan tersebut telah mencapai 80–95 persen.

“Saya optimistis dalam 50 hari ini seluruh pekerjaan dapat selesai 100 persen. Ini menjadi evaluasi agar pada 2026 tidak terulang. Kami berharap manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Kami mohon maaf jika pelayanan belum maksimal karena masih terdapat ruas jalan yang rusak, namun kami terus berupaya meningkatkan kemantapan jalan,” ujar Eddy. (BM / Udin)