Jalan Doktor Wahidin Sudirohusodo No.247, Kebomas, Dahanrejo, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61124

081233344500

Percepat Konektivitas Gresik, Pembangunan Ruas Duduksampeyan–Betoyoguci Pangkas Jarak 11 Kilometer

Gresik (dputr.gresikkab.go.id) – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik melalui Bidang Bina Marga terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna meningkatkan konektivitas antarwilayah. Salah satu proyek prioritas berada di ruas jalan Duduksampeyan–Betoyoguci yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Pada Tahun Anggaran (TA) 2025, dua pekerjaan utama telah dilaksanakan di ruas tersebut. Pertama, pelebaran Jalan Duduksampeyan–Betoyoguci dengan konstruksi beton selebar 7 meter dan panjang 1.100 meter. Kedua, pembangunan oprit Jembatan Kemudi guna menunjang kelancaran akses transportasi di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga, Eddy Pancoro, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan untuk menunjang mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi logistik.

Memasuki Tahun Anggaran 2026, Dinas PUTR kembali merencanakan dua pekerjaan lanjutan. Program tersebut meliputi Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa pelebaran Jalan Duduksampeyan–Betoyoguci dengan lebar rencana 5,5 meter dan panjang penanganan 400 meter menggunakan konstruksi rigid di awal ruas. Selain itu, akan dilaksanakan pembangunan Jalan Desa Kemudi berupa kegiatan urugan jalan pada lahan yang telah dibebaskan.

Ruas Duduksampeyan–Betoyoguci memiliki nilai strategis karena menghubungkan jalan nasional Lamongan–batas Gresik dengan ruas Gresik–Sadang atau Jalan Daendels. Konektivitas ini diharapkan mampu memperlancar arus transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas PUTR pada 26 Februari 2026 menegaskan bahwa keberadaan ruas jalan tersebut berdampak signifikan terhadap efisiensi perjalanan.

“Jalan ini sangat strategis karena dapat memotong jarak sebesar 11 kilometer dibandingkan harus melewati Jalan KH Syafi’i,” ujarnya.

Dengan berlanjutnya pembangunan pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gresik optimistis ruas Duduksampeyan–Betoyoguci akan menjadi jalur alternatif unggulan yang mampu meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendukung pemerataan pembangunan. (Binamarga/AA)